20160801-UpdateHOmologVersi2&KomenMitra

20160801-UpdateHOmologVersi2&KomenMitra

Versi Terikin, Program Homolog Lanjutan  (2016Agt01) dari KIMUD  bsia dilihat di

https://goo.gl/mg2YhD

Adapun beriktu adalah komen2 mitra/korban , dimohon mitra bisa menyiami dgn bijak dan saling dukung utk kebaikan bersama. :

 

[20:38, 8/1/2016]  – CPGT Inv: Info penting !!! *  wawancara dengan radio Elshinta, pd hari ini ada halangan utk diudarakan. Sdh dilakukan reschedule, wawancara akan dilakukan besok, 2 agst 2016.                            Jam 11 siang. Wawancara dilakukan secara live.

Rekan2 lain2… utk web n faelcebook sudah ada pak tinggal.pakai aja disana bisa saling berpendapat/ berdebat dsb…. login aja ke facebook kalian masing2 dan carilah “www.facebook.com/mitracipagantimember” pokoknya silahkam berpendapat scr bertanggungjawab…. mohon hanya posting hal2 yg sehubungan CPGT saja atau saran2/contoh kasus sehubungan mirip saja disana .  Mhon tidak memposting Hal2 yg benar2 ndak nyambung apapun itu..spt guyon pribadi or hal2 tertentu yg sifatnya hanya utk group2 tertentu…

[18:14, 8/1/2016] : Rekan2 ini  ada mau share bbrp ide yg sempat diberikan sbg masukan ke kimud sifatnya masukan aja..tapi mmg belum sepenuhnya dipraktekkan dlm homolog terkini. Adapun dirasa akan sangat baik kl bisa dipraktekkan. Skdr.share aja utk kita semua

[18:14, 8/1/2016] : Kesalahan Mendasar Pada Konsep Paket Investas/Kerjasama Awal

1              Tidak ada anggunan / jaminan aset

2              Hanya berbentuk surat hutang / surat janji saja

3              Pada koperasi ataupun perusahana2 seharusnya action2 penting dlm penggunaan dana dari suntikan kerjasama dsb harus selalu dalam pengawasan/persetujuan/kontrol dari para investor (minimal perwakilan investor) agar adanya ‘sistim pengawasan & yang kuat’

4              Sistim ‘pengawasan & kontrol’ terkuat hanya bisa terjadi jika si pengontrol memiliki ‘semacam suara dan saham yang majoritas jika terjadi voting dsb’ agar jangan sampai terulang kesalahan sama di masa lamapau dimana ‘AS selaki Dirut/CEO’ melakukan action2 tanpa kontrol yang cukup dan mengakibatkan merugikan perusahaan (dan juga ‘korban’ ) baik karena kelalaian ataupun kesengajaan/kejahatan

 

Fakta lapangan dan fakta PKPU serta fakta pidana

1              AS berhutang senilai sekitar 3.5T ke mitra (dgn bunga disetop menurut PKPU)

2              Diestimasi ‘sisa2 aset dll'(baik yg sudah dibuka ataupun masih disembunyikan) adalah dibawah nilai 3.5T tadi yg mmg besar sekali dan jika dikenakan ‘sistim bunga  convensional, yaitu bunga masih dianggap langsung berjalan sekarng maka dikuatirkan  kemampuan membayar dari AS/Debitor tidak akan bisa ‘mengejar bunganya’

3              Adapun perlu diingat bahwa semua korban 3.5T ini mengalami kerugian luarbiasa dan perlu/pantas/layak diberikan imbal balas bunga/reward, namun kemungkin tidak dengan sistim bunga dimuka tapi reward dibelakang.

4              Penerapan sistim bunga/end-reward ini sbnrnya mungkinbisa dilakukan dgn bbrp alternative, adapun mengingat adanya keperluan mengkontrol/emgnawasi gerakan si Debitur/AS dalam menjalankan perusahaan, maka diperlukan sistim ‘end reward’  yang juga mengakomodasi sistim ‘penguasaan perusahaan’ sistim saham.

 

Proposal Solusi kali ini adalah Sbb

1              Kita terapkan ‘Surat Pengakuan Hutang’ atas nama AS/Debitor kepada korban senilai 3.5T

2              Personal guarantee dr AS & harta pribadi sbg dokument ‘anggunan tambahan’ yang mungkin tidak harus disita saat ini, dgn asumsi benar2 project damai inibisa bekerja dgn baik.

3              Kali ini ‘Surat Hutang’ nya harus ‘Surat Hutang Beranggunan’ (bukan Surat Hutang Tanpa Anggunan)

4              Anggunannya adalah misal 99% atau minimal 90% dari semua perusahaan/usaha yg sedang dijalankan ini.(anggap saja PT MMP) (yg 1% atau 10% tadi anggap saja milik AS & Tim Pak Kris Budiharjo dll, tapi majoritas saham dr PT Utama ini harsunay milik korban)

5              Penguasaan anggunan saham ini membuat mitra/perwakilan mitra (KIMUD) utk mempunay ‘kontrol yang jelas & tegas’ dalam mengawasi/mengkontrol membatasi           gerakan Debitur/AS dalam menjalankan perusahaan sehari2nya

6              Semua hasil pendapatan bersih/nett  (dari hasil jual/hasil usaha) dari PT MMP ini diarahkan utk prioritas pencicilan ‘pokok hutang’ yg 3.5T (asumsikan dulu misal dlm1 thn bisa mencicil 20% pokok , maka dlm 5htn pokoknya lunas)

7              Sifat saham2 diatas pada PT Utama itu ‘tidak boleh dijual/dipindahtangankan’ ke siapapun sampai masa terpenuhinya ‘pokok lunas dibayar’ (misal asumsi tadi 5tahun) perlu disebut ditulis pada AD/ART, atau syarat2 sifat saham tersebut

8              Pada perjanjian damai, mungkin bisa dituliskan ‘salah satu exit strategi’ jika ternyata

9              Dalam ‘perjanjian surat hutang beranggunan saham’ ini haruslan ditegaskan bahwa sistim surat hutang ini bukan dgn bunga didepan tapi dgn reward dibelakan. Setiap surat hutang lazimnya/umumnya adalah memberikan bunga/bagi hasil/reward(apakah mau dibagikan didepan,sambil jalan, atau dibelakang itu adalah masalah teknis, tapi harus ditegaskan di  awal) , jangan samapi kita/mitra/kimud korban terjebak mensetujui surat hutang tidak dak beranggunan dan tanpa reward , ‘TERLALU ENAK buat andianto jika misal dlm 5th  lunas lalu ‘Semua Perusahjaan2 yg dia jalankan tadi dmn uangnya murni berasal dari korban yang sudah tersiksa selama bertahun2 menunggu modal balik tanpa bunga jalan, dan tanpa reward di akhir

10           Maka sudah layak dan sepantasnya bahwa di akhir masa pokok lunas tadi.. Saham 90 atau  99 persen tadi maka mejai ‘milik’ korban/mitra, sebagai end-reward tadi. (istilahny  bunganya dlm bentuk saham yg 90% tadi)

11           Saham ‘End Reward’ akan dibantu dipegang oleh perwakilan mitra, dan saat akhir itu akan  ditanyakan ke mitra siapa saja yang mau ‘CHECKOUT/Jual Saham’ siapa yg mau ‘Stay in/Dapat Deviden tiap tahunnya)

12           Teorinya selama ‘pokok modal belum lunas(masa pencicilan), PT Utama tidak/belum  boleh menjadi PT TBK, mencegah tercampur aduknya ‘hak korban dan hak masyarakat  umum/pembeli pasar modal’,

13           Saat ‘pembayaran pokok terlunasi’ boleh dipersiapakan/dipikirkan cara2 agar menjadi   PT Tbk, agar mempermudah proses ‘pembagian & penjualan saham yg 99% / 90% mitra

14           Sebelum/sesudah menjadi PT Tbk , perwakilan mitra bisa menawarkan sebagian saham mitra, sesuai harga pasaran wajar, dimana diberikan prioritas pembelian (buyback  saham) boleh ditawarkan terlebih dahulu ke AS/Direksi2/Business Partners (tim pak kris budharjo dll) yg ada,

15           Lalu sisa saham nya yg masih belum bisa diserap kembali oleh rekan mitra, maka akan dibagikan ke setiap mitr ascr inidvidual melaui mekasinkme saham PT Tbk. Nanti setiap  mitra akan diminta utk buka rekening KSEI/PT sekuritas, dan saham milik masing2 akan dibagikan via mekanisme tsb. Pada saat sudah dibagi adil rata inilah maka setiap mitra sudah menjadi independen, dan bisa memutuskan mau jjual saham di pasar bebas / hold

Kurang lebih sekian dahulu usulanny jika ada yg kurang nanti akan ditambhakan kemudian

[18:14, 8/1/2016] : halo pak barusan sy baca konsep surat “DocX damainya” danscr umum sptnya ok2 saja namun  mohon utk perihal kepemilikan saham/hak anggunan/hak voting atas PT MMP(pooling dan semua aset pribadi AS) ini mohon ditambahkan saja bbrp konsep2/pasal2 yg bisa merangkup ide saya (15 usulan diatas ) (karean disitulah letak kegagal homolog jilid 1 yg lalu2 pak tidak ada kejelasan hak voting atas saham dsb.. KIMUD mewakili mitra harus benar2 memiliki secaman kekuatan ‘controlling’ dan juga utk ‘menagih’ bunga mundur’ jika sudah lunas nantinya mungkin 10tahun mendatang, serta salam pengelolaan oleh AS ini harus benar2 ada kuasa kontrol kuat dr kimud utk mengcegah AS main asal2 menganggunkan sana sini , men TBK kan ulang sana2 ndak karuan spt yg lalu dsb…)…

[18:15, 8/1/2016]  CPGT Inv: Sebelum melanjutkan sosialisasi plan B, sebaiknya Team plan B, melakukan inventarisasi dulu asset2 yang akan diserahkan.            Tdk hanya berpegang dlm catatan di kertas sj, lakukan real survey kelapangan, lantas buat daftar inventaris asset.              Selanjutnya… Dipilih asset2 mana yang akan langsung dijual, dan asset mana yang msh potensial.                                        Jk sosialisasi hanya dilakukan berdasarkan daftar homo, hanya menimbulkan ejekan sj.

[03:02, 8/1/2016] Pak King Rudy – CPGT Inv: Utk optimalisasi asset, team plan B, hrs mendata ulang asset2 potensial mana, yang real msh ada dlm daftar homo.                     Yang plg penting, Apkh team plan B, yakin mampu menarik kembali semua asset sengketa yang sdh lepas terjual ? Jd bukan sekedar untung2an atau coba2 sj.  Dengan alasan, mitra tdk dirugikan, krn tdk keluar biaya sepeser pun.                                    Jk team plan B, tdk berhasil menarik kembali semua asset2 yang sdh lepas terjual, dpt dikatakan misi plan B telah gagal dlm usahanya, krn pd asset2 tsb tersimpan dana para korban.

: Ada yang ganjil terdengar di telinga, apkh benar, dlm nilai      40 % tsb, terkandung jatah fee utk Andiato si penipu ?                     Jk benar dmkn, hal ini sdh diluar logika sehat, apa hak dia mendapat fee tsb ???                     Dia biang kerok terjadinya kasus ini, yang jg telah memakan korban nyawa.                                 Jk hal tsb benar adanya, saya tolak 1000 % plan B.

[07:08, 8/1/2016] Bu Rini – FSMC CPGT Bndg: Kl pendapat sy privadi mengenai kasus Cipaganti saat sekarang ini makin mblunder masing2 dengan tujuannya, ya berbaik sangka saja bahwa itu semua diperjuangkan utk mitra.

Hanya yg menjadi pertanyaan adalah :

  1. Proses pemilihan Kimut apakah sudah sesuai dgn Homologasi ?

Kl mmg sdh kapan dan bgm ? Apakah  50:1

  1. Bgm laporan pertanggung jawaban dr Kimus ke Kimut apa sdh disampaikan kpd mitra dengan details dan ada bukti?
  2. Adakah laporan asset2 yg sdh terjual itu prosesnya bgm apakah sdh sesuai ?
  3. Mengenai plan B, terus terang sy pribadi ga jelas. Kl sdh ada hasil survey dr asset2 yg terdahulu kmdn dibandingkan dgn sisa sekarang nilai berapa, kmdn asset2 apa yg msh produktif dan bgm menjalankannya apakah reasonable ?

Sekarang KimuT diminta pembuktian pemilihannya dulu, syah atau tidak ? Jrn sy pribadi tdj merasa memilih dan tdk ada undangan utk pemilihan.

[07:25, 8/1/2016] Pak King Rudy – CPGT Inv: Masukkan utk pengurus KIMU :              *                                                     Secara garis besarnya, sy mendukung solusi damai yang telah ditempuh oleh KIMU dengan As, dlm usaha pemgembalian dana mitra.                 Terkait adanya berita jatah fee utk As, sejujurnya sy sangat2 keberatan, krn hal tsb sangat mencederai perasaan para korban, yang telah dipermainkan selama ini.                     Jk berita tsb benar adanya, sebaiknya perjanjian ttg fee tsb dibatalkan sj, krn Pemberian fee tsb tdk pantas, dan bukan hak nya.                                                Dalam negosiasi dengan As, KIMU jangan terbawa arus kemauan dia, dan jk tdk terjadi kata sepakat, sebg pihak yang dirugikan, KIMU berhak bertindak keras terhdp As.                                Msh ada cara lain, utk memaksa dia melunasi kewajiban hutangnya, dan tanpa melukai perasaan para korban.                  Pd intinya … KIMU, 100 % hrs berPihak kepd korban, bukannya memanjakan si penipu dengan cara menuruti keinginannya.

[07:42, 8/1/2016] – CPGT Inv: Pertanyaan sy :                                                                                    1. Apa parameter yang digunakan, utk mengukur plan B, diterima atau ditolak oleh mitra ?                                                                                             2. Apkh akan dilakukan voting, atau bgmn ?                                Atau tetap dijalankan sj trs, tanpa lihat kanan kiri lg ?

[07:43, 8/1/2016] – Inv CPGT: Jika umpama nanti ditemukan aset dll melebihi hutang, katakanlah 5T atau lebih? bagaimana antisipasinya?

[07:57, 8/1/2016] CPGT Inv: Mknya, ksh penjelasan yang jelas, jgn sepotong2, tdk semua mitra bs hadir dlm pertemuan tsb, apalagi mitra yang ada di luar kota atau luar Jawa. Mrk2 pun berhak tau.  Yang hadir sj, msh ada yang bingung. : Face Book mitra, bs digunakan utk sarana komunikasi pemaparan plan B, knp tdk digunakan ???

[08:32, 8/1/2016] Eddy Sofyan SH – CPGT Mitra: Saya usul, biar fair, yg kontra plan B bagaimana kalau mengadakan juga sosialisasi dihadiri mitra2 seperti kemarin di bdg dan jakarta? Paparkan program2 apa yg bisa dilaksanakan diluar program plan B, kemungkinan keberhasilannya dll…….dari sosialisasi itu akan terlihat apakah program kita yg diluar plan B itu mendapat dukungan mitra yg hadir di gedung atau tidak……..he he….jadi fair kan? Ini usulan saja lho…….😄

Update terkini persis jelasnya plan B itu bgmn dr mitra umum blm ada yg bensr2 bisa memastikan potensi keberhasilan dsb. Scr konsep bisa saja kelohayan bagus. Tapi scr praktis tidak ada yg tahu krn metode pelaksanaan nya akan ada ketergantungan kepada kekooperatifan AS. Pernyataan penyerahan aset dan penyetoran dana pribadi AS(yg selama ini masih disembunyikan diam2) utk project2 baru itu jg tidak pernah disebutkan. Jgn sampai malah terjebak lagi pada kertas2 “business plan/ projection” aja spt yg lalu2.

[ 23:39, 7/31/2016] KIMUD Sekertariat: ,ASSALAMU’ ALLAIKUM  WR WB

SALAM SEJAHTERA

SAHABAT MITRA CIPAGANTI DIMANA SAJA BERADA

DENGAN MEMANJATKAN PUJI DAN SYUKUR KEHADIRAT ILLAHI  PERKENANKAN

KAMI  MENYAMPAIKAN LAPORAN PELAKSANAAN SOSIALISASI PLAN B ( PROGRAM PERCEPATAN PEMBAYARAN DANA INVESTASI MITRA CIPAGANTI

DENGAN MENGAMBIL TEMPAT DI JLN ASEM BARIS RAYA NO .158 TEBET JAKARTA SELATAN

HARI INI MINGGU TGL 31 JULI 2016 TELAH DILAKSANAKAN SOSIALISASI PLAN B OLEH TIM KIMU

SOSIALISASI DIBUKA OLEH KOORDINATOR ACARA  Bpk NANA SURYANA  DIDAMPINGI Bpk BAMBANG W  TEPAT JAM 11.30 WIB

HADIR DLM ACARA SOSIALISASI  92 ORANG MITRA KOPERASI CIPAGANTI  DARI JAKARTA BEKASI DAN SEKITARNYA

PAPARAN PLAN B DI SAMPAIKAN OLEH Bpk TAUFIK RIDHA DIDAMPINGI Bpk ANDIK RIYANTO DAN Bpk SYARIFUDIN SETELAH SELESAI PAPARAN ACARA DI LANJUTKAN DENGAN TANYA JAWAB SECARA TERBUKA OLEH SELURUH MITRA YANG HADIR DAN SELANJUTNYA KEPADA MITRA DIMINTAKAN PENDAPATNYA  DAN DARI 92 ORANG MITRA YANG HADIR HANYA 1 ORANG YANG MENYATAKAN MASIH PIKIR PIKIR  SEDANG KAN 91 ORANG MITRA SANGAT SETUJU PLAN B UNTUK DILAKSANAKAN SEGERA DAN MENOLAK PAILIT

SEBELUM ACARA DITUTUP  DIDAHULUI DENGAN PEMBACAAN DAN PENANDA TANGANAN BERITA ACARA DISAKSIKAN SELURUH MITRA YANG HADIR

ACARA DITUTUP  TEPAT JAM  17.00 WIB

DEMIKIANLAH LAPORAN KAMI UNTUK SAHABAT MITRA MAKLUM TERIMAKASIH SALAM KAMI JOHAN LUKMAN  SEKJEN KIMU .

[23:40, 7/31/2016] KIMUD – CPGT Inv: KIMU masih optimis ada potensi untuk pengembalian dana Mitra, melalui Homologasi. Makanya belum mengambil opsi pailit. Tentang TPPU berbeda jalur, dan akan berjalan sebagaimana mestinya.

Demikian Pak

[01:19, 8/1/2016] Irene Bella – CPGT: Kikimudan skrg bukan lg wakil mitra tp lbh tepatnya jadi marketing/salesnya team PLAN B .mrk akan berusaha dgn cara apapun menjual kasus kpd plan B walaupun tdk Msk akal dan tdk ada payung hkmnya.

[02:28, 8/1/2016]  CPGT Inv: Sy ada pertanyaan :

Jk terjadi pailit, team kurator akan mengejar semua2 asset utk dijadikan bundel pailit  % fee sekitar 6 – 8 %. Team Plan B, menambahkan adanya oPtimalisasi asset, yang jika gagal ditempuh, jg akan menempuh opsi pailit. Total biaya keseluruhan sebesar 40 % .  *Jd apa bedanya team kurator dengan team Plan B, jk nantinya opsi pailit kelak ditempuh jg sedangkan selisih % biaya, dmkn besar ?

[04:40, 8/1/2016] KIMUD Sekertariat: Assalaamu’alaikum

Sahabat Mitra, terlebih dahulu akan dijelaskan bahwa Plan “B”adalah Program, yaitu Program  Homologasi versi KIMU yang ditawarkan ke Andianto Setiabudi untuk disetujui menjadi Perjanjian Pelaksanaan Homologasi. Guna kelancaran pelaksanaan program Homologasi tersebut (dipatuhi oleh AS) KIMU meminta bantuan jasa hukum dari Tim Hukum Rumah Kreasi Indonedia Hebat (Pimpinan Pak Kris Budiardjo).

Mengenai pembagian hasil usaha pengelolaan  asset, Homologasi hanya mengenal dua kategori, yaitu : 1. Pembayaran untuk 8700 Mitra Kreditor Konkuren, dialokasikan tiap kali pembayaran sebesar 60 % dari hasil pengelolaan asset sampai lunas selama masih ada asset prospektif yang bisa menghasilkan laba seperti dari asset tambang dan property. 2. Pembayaran untuk biaya menjalankan usaha. Alokasi untuk biaya menjalankan usaha sebesar 40 % antara lain diperuntukan sbb.:

  1. Membayar biaya kegiatan yang langsung atau tidak langsung menunjang kegiatan menjalankan usaha, termasuk membayar jasa Lawyer.
  2. Membayar biaya bunga dan pokok utang dana talangan yang digunakan untuk modal awal dalam pengelolaan asset.
  3. Membayar bagian keuntungan Pihak Ketiga Kerjasama Pengelola Asset.

Mengenai sumber pendapatan dan penjelasan lainnya, silahkan baca Naskah Draft Perjanjian Pelaksanaan Homologasi yang akan dishare kepada sahabat Mitra.

Perlu ditegaskan bahwa Plan “B” memiliki Opsi Pailit, tapi dipandang belum saatnya sekarang ini dilakukan, karena masih ada peluang untuk mengoptimalkan usaha pengelolaan asset diluar pailit dalam percepatan pengembalian dana Mitra.

Penjelasan Plan “B” dilakukan dengan mengajak mitra untuk berfikir secara rasional, tidak ada unsur paksaan, hasilnya secara aklamasi bisa menerima Plan “B”. Kimu siap dan terbuka untuk menerima masukan dalam mencari pola  penyelesaian terbaik.

Penjelasan singkat ini masih perlu ditindak lanjuti dengan penjelasan secara langsung, untuk itu bagi sahabat Mitra yang memerlukannya akan dijadwalkan pertemuan kembali dengan sahabat Mitra.

Demikian untuk maklum.

Wassalam

 

[10:07, 8/1/2016] +62 813-1750-1112: Yth kimud..yg kurang jelas dari dokumen draft kerjasama yg lalu(yg juga bayak ditanyakan/diprotes mitra lain) adalah: target2 dan deadline waktu thd penyerahan aset dan suntikan dana dari AS, lalu target/jumlah n deadline cicilan pembagian pbayaran ke korban. Dan konsekuensi2 umum jika misal AS ingkar atau project abc xyz ternyat gagal/merugi dlm waktu X tahun aoakah lgsg dipailitkan atau bgmn…. selama ini isinya projet plan baru sebatas “business plan umum dan besarnya estimasi persentase tarif fee jasa konsuktan”… tapi riil estimaai rupiah cicilan ke korban tidak ada disebutkan. … jika perjanjian damai barunya cmj spt ini tanoa pasal2 konsekuensi maka… tidak beda dgn saat kimus jilid 1 lalu..aka sanyat mudah diakal2in dan diingkari oleh AS misalnya

[10:13, 8/1/2016] +62 813-1750-1112: Dear rekan2 kimud… scr pribadi sy appreciate kerja keras n kontribusi kimud dlm berusaha bolak balik sana sini dsb… bahka dlm melobi ke AS n tim pak kris… adapun pada draft  perjanjian damai yg lalu walau terlihat wajar normal (jika kita berhadapan dgn pengusaha normal bukan penipuan) tapi kr ini kita berhadapan dgn ex-penipu maka pasalnya harus bisa lebih jelas n tegas.. haus ada parameter yg jelas utk menjadi axuan utk keputusan “mohon maaf homolog setop disini krn sdh gagal”,  “lanjut pailit da tppu”, tanpa adanya pasal2 yg meneybutkan konsekuensi yg jelas… maka apapun yg dituliskan di kerjats drft hanya akan dinilai sbg usaha memperlama/ulur2 waku tanoa kejlasan. Padaal dr korban setiao bulan sdh jelas ada yg mati.. tapi dana yg cair masih tetap tidak jelas.. kapan/berapa dsb.

[10:33, 8/1/2016] +62 813-1750-1112: [10:20, 8/1/2016] Taufiq Ridha – cpgt Silahkan Pak  buat parameternya dan akan kita revisi. Prinsipnya mana yang terbaik untuk Mitra akan kami ambil.

Keberhasilan ada di tangan Allah Subhanahu Wataala.

Manusi hanya berusaha dan berdo’a.

Terimakasih.

Baik Pak, terimakasih atas kesediaan untuk menshare secara lebih luas. Mohon dibuat grup diskusi agar konsep yang diajukan lebih sempurna dengan sentuhan berbagai disiplin ilmu baik Hukum Bisnis, Huku Perdata/Perjanjian dan mungkin Management/Strategi Bisnis.

[10:32, 8/1/2016] : Penulisan pasal “konsekuensi /denda / loncat pailit” scr spesifik @hrnya yg menukiskan tim kimud pada draft2 homolog. Tp intinya sbg contoh.misal kita asumsikan 4thn lunas 3T. Maka harus ada dealine per 1bulan sekali(ada 48x periode) oembayara sebesar 2.04 persen(100% / 48term). Jika 1 periode tidak bisa cairkan ke korba bahkan separuh dari 2.05 persen maka ketok pailit saat itu jiga.. jika bisa lebih dr separuh tapi blm sampai 2.04 persen maka akan diteliti ketat dan dicoba didiskusika langkah2 selanjutnya…scr mudanya spt otu pak contohnya

[15:05, 8/1/2016] +62 813-1750-1112: [14:35, 8/1/2016] Michael: Ya itu dia makany puang jg sy pa..jujur aja sy jg ikutan pusing.. intinya buat yg terbaik. .. scr konsep plan2 kimud itu lmyn menarik..tp scr praktia krn sdh terlalu lama jadinya serbasalah toh skrg jg ndk dapat apa2

[14:36, 8/1/2016] Michael: Justru kmr “kata bu irene” kurator bisa perjuangkan sikat balik aset2 yg pernah lepas..atau minimal sikat balik hasil penjuala lelang2 tsv yg saat ni dikantongi AS n dipakai utk bayar hotel penjara dan lawyer dll

[14:40, 8/1/2016] Eddy Sofyan SH – CPGT Mitra: Sikat balik juga perlu waktu yg lama dan pasti perlu biaya operasional harian (atau diada adain)…ada yg nalanginkah?

[14:58, 8/1/2016] Taufiq Ridha – Purn – CPGT Inv: Mohon dicermati konsep Plan “B”, bahwa tiap transaksi terima 60 % sampai lunas, sepanjang sumber pendapatan ada.

Apakah potensi itu ada, KIMU masih optimis.

Terimakasih.

[15:04, 8/1/2016]: Iya pak..utk konsep.prodam itu kelebihanya di “pembayran yg terus2an sampai lunas” sedang kurator hanya bisa jual saja tanpa olah dsb…scr konsep homolog mmg terkesan lbh menguntungkan..tp apakah AS ini bener2 bisa diharapkan kekooperatifanya pak? Sebab selama ini dia(AS)lah yg bikin janji dia sendiri yg ingkari… (dr sejak AWAL, bikin akta kerjasama antar MItra9Korban)&Kop à pada akta tertulis dipakai utk kendaraan saja, ternyata sebagian besar malah dipakai utk GLTL(GaliLUbangTutup Lubang Ponzi) , ada Akta kerjasma antara KOP & PT (yg dibuat oleh AS & Julia) dimana tertulis pada akta PT transportasi bayar bagi hasil ke KOP scr berkala sejak 2007 sampai 2014, itu AKTA semua dia/AS yang buat dan dia/AS sendiri yang INGKARI… akta prodam 2014 yg ktnya dibuat bersama2 natar AS dan perwakilan korban PUN  jg dia/AS ingkari (2thn hanay kengalir 0.3 persen, benar2 omong kosong)… apa yg membuat kita bs percaya kl akta homolog update 2016 ini bisa  jalan dan TIDAK DIINGKARI LAGI (Capkek PHP(Pemberi Harapan Palsu) me;lulu) .. apakah ada strategi2(pasal2 konsekuensi) yg bisa benar2 memaksa kekooperatifan AS. Misal kalu AS main2/pura2/ulur2waktu dsb.. maka akan kita PAILITKAN & SIKAT TPPU .

Yg menjadi lucu jg kalau AS nanti komplain jika katanya “proposal damai” tapi dia merasa “dipaksa” lalu dia NGAMBEK….padahal dia SUDAH MENYALAHGUNAKAN DANA KITA 8000keluarga korban sebanyak 3Triliun ? : Mhn klarifkasi di sektor ini pak

[17:03, 8/1/2016] – Inv CPGT: Itulah bukti otentik di lapangan pak, moga masih ada secercah harapan, hemmm php deuik

[16:53, 8/1/2016] – Inv CPGT: Alangkah indahnya jika plan b dgn dana talangan buat mitra duluan? Seperti yg saya bilang dr awal. Sepaham dgn pak King? Ini bukti awal keseriusan plan b, saya khawstir dana talangan jika dipakai full utk operasional, notaris, gaji, akomodasi dsb dsb, nyaris seperti mmp, brp M yg mrk gunakan sd saat ini masih belum jelas apa hasilnya. Nyeri duit dibikin seperti itu namun tdk bisa prediksi hasilnya, mending sumbang saja yatim piatu jelas tabungan akhiratnya

[17:04, 8/1/2016] Inv CPGT: Bu kalo dana talangan yg sebetulnya untk mengurus pemberesan asset2 yg bermasalah terus digunakan untk bayar ke bu has/mitra…dan habis terus utk biaya pemberesan asset poake duit siapa ? Artinya mitra yg gak dapat duit dr dana talangan terus dapat uang balik dr mana ?

[17:04, 8/1/2016] KIMUD- CPGT Inv: Dana talangan ada untuk biaya modal awal terhadap transaksi yang akan dilakukan. Hasil transaksi 60% disetor ke Kreditor Konkuren, dan 40 % untuk biaya sesuai peruntukannya (lihat naskah) termasuk bayar jasa bunga dan pokok dana talangan. Orang yang akan memberikan dana talangan pastinya sudah berhitung, apakah bisa kembali dananya. Bagi mitra tidak perlu pusing.

: Sudah cukup jelas bu. Kalau masih belum jelas silahkan hadiri penjelasan ulang yang waktunya akan direncanakan oleh Sekjen

17:19, 8/1/2016]: Konsep cashflow dana talang an itu seharusnya diperjelas pasa draftnya pa..menyeupai konsep komitmen cicil bayar ke korban scr spsofik angka2nya…spt yg sy usulkan tadi

[17:22, 8/1/2016]: Sejak jaman kimus khan kekurangan/kesalahan teknisnya nya sama… yaiu jadwal payment n jumlah payment dan konkesuensit(denda/hukuman/pailit) tdk bisa dipastikan… krn mmg aset likuidnya(yg ketahuan) ndak ada sama sekali saat itu (yg disembunyikan haya AS yg tahu)….

[17:37, 8/1/2016] – Inv CPGT: Ternyata dgn adanya 2 opsi, pailit dan plan B, sesama mitra memang sulit disatukan, yg bisa bersatu hanya satu, bila dana dr dana talangan brp % nya dibayarkan ke mitra, sisa brp % nya untuk operasional, artinya dr 100% dana talangan tdk semuanya utk ops

[17:39, 8/1/2016] KIMUD – CPGT Inv: Mohon dimengerti dan difahami, bahwa biaya untuk menjalankan usaha tidak menjadi pengurang hutang/kewajiban KCKGP membayar Mitra. Contoh konkrit mitra dapat 0,30 % dari hasil penjualan saham = x rupiah ( masing masing dapat secara proporsional dari besarnya investasi). Jadi mitra masih berhak  dibayar 99,70 % lagi. Sebenarnya pendapatan hasil penjualan saham itu kalau tidak salah 2 Milyar lebih digunakan untuk biaya PT MMP mengurus perijinan Tambang. Biaya yang digunakan PT MMP itu ( kategori biaya usaha yang disebut dalam Homologasi) tidak jadi pengurang hutang.

Mudah mudahan bisa lebih jelas, penggunaan dana 40 % untuk biaya usaha yang dimaksud dalam Perjanjian Pelaksanaan Homologasi itu  adalah sama dengan contoh diatas, termasuk penggunaan untuk lain lain (bayar bunga dan pokok dana talangan).

[17:46, 8/1/2016] – Inv CPGT: Mirip, klu seperti mmp memang tdk mengurangi hutang As, tapi duit kita dak ngucur ngucur😂😂😂

[22:54, 8/1/2016]  – CPGT Inv: Pak KIMUD, terkait 15 item yang diajukan oleh Pak .X , apkh sdh bs dipahami ? Menurut pendapat bpk, apkh bs direalisasikan ?  Jk ya, sebaiknya bs dirundingkan dengan pengurus Kimu lainnya, termasuk dengan team RKIH (tim Pak Kris ) .Saran ini lebih pro ke korban dan tidak memberatkan korban. Sangat masuk logika, jelas tahapan pembayaran dan fair

: Hanya yg perlu dicermati , bahwa kontrak kerja sama koperasinya selesai sampai tahun 2017. Pertanyaannya, apa memungkinkan?

[23:06, 8/1/2016]  Inv CPGT: Akankah pada akhirnya , tahun 2017 judulnya juga PAILIT?

Advertisements

About mitracipagantimember - korban penipuan CPGT

Kita/Mitra (Korban Penipuan Investasi CPGT) juga mempunyai Website https://mitracipagantimember.wordpress.com/ dan Facebook PAGE : http://www.facebook.com/mitracipagantimember --- KIMU (Komite Investasi Mitra Usaha) KIMU BANDUNG: SEKRETARIAT KIMUD :Jl Junjunan 238 Bandung. HP : 0813-1221-9100 --- PAGUYUBAN KORBAN CIPAGANTI – Sekretariat : JalaN Sekelimus Utara 44. BAndung HP: 085860705511 –> Group Aktivis Korban Penipuan yg fokus di Aspek Pidana para Oknum2 Cipaganti --- Video Sidang Pidana oknum2 Cipaganti bisa dilihat dari https://www.youtube.com/channel/UCbC5wz3KHMTwtoyS5-tx6FQ Mohon mitra menyempatkan klik LIKE pada page tersebut agar group kita bsia ‘terlihat jelas/banyak’ membernya. (bagi yang mau komen pada artikel2 di FB silahkan, namun mohon dibatasi hanya komen hal2 positif, jangan yang membuat patah semangat, memecah belah dll.. kita sudah sama2 jadi korban janganlah terpecah2 lagi, mari bersatu melawan musuh2 bersama) Salam hormat & Terima Kasih : Tim Relawan --- Website ini dibuat oleh sebagian dari Tim Relawan (sesama Mitra/Investor) untuk membantu penyebaran informasi2 yang bisa diberikan secara publik (baik kepada mitra maupun non mitra) semoga kita semua tetap bisa saling bergotong royong n kompak dalam menyelesaikan tantangan yg kita hadapi ini. Agar hasilnya bisa menjadi bagi bagi semua pihak (Para Mitra, dan keluarga lain nya –; sedangkan PT CPGT tbk dan Kop CPGT n A.S. adalah musuh2 bersama yang akan mendapatkan penghukuman setimpal dengan penipuan2 yang mereka lakukan thd 8000 keluarga mitra nantinya). Dimohon bantuan n dukungan moral dan doa dari rekan2 sekalian agar semuanya bisa berjalan dengan lancar ke depannya.
This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.