20181026-update- ajak PJH Jaksa kasus CPGT untuk merefer pada Penipuan PT QSAR dan PT Pandawa – demi mencapai solusi yg terbaik untuk korban

20181026-update- ajak PJH / Jaksa kasus CPGT untuk merefer pada Penipuan PT QSAR dan PT Pandawa – demi mencapai solusi yg terbaik untuk korban

[]  mohon info ini. dishare ke PJH / Kurator yg sedang. handle. Kasus kita saat ini agar bisa menjadi kasus acuan/preseden contoh kasus. bagi mereka dan agar mereka(PJH JPU kurator) bisa bekerjasama dengan benar tanpa melakukan kesalahan2 yg terjadi pada kasus2 penipuan  serupa lainnya.
Salam Perjuangan

POINT 1 : Bahwa utk pembagian hasil sitaan dari kasus pidana/TPPU CPGT ini , secara adil,  Jaksa bisa menujuk kurator, tanap merisukan /mengharuskan para korban mendirikan paguyuban XYZ dll yang sangat sulit utk didirikna (sulit menyatukan pikiran ribuan korban) dan jangan lupa ada beresiko tidak jelas (penyeleweengan dana dll) (rerfernesi Kasus penipuan PT QSAR dan ramli)

POINT 2 : Bahwa sebenarnya ada baiknya para korban memiliki perwakilan hukum (missal tim kurator saat ini) utk membantu mengawal jalannya sidang Pidana.TPPU (referensi kasus penipuan koperasi Pandawa dan nuryanto dkk)

https://www.hukumonline.com/berita/baca/lt51d412b058b41/kurator-lacak-seluruh-aset-pt-qsar  à “Selama kurator memiliki bukti, kita akan melakukan actio pauliana. Untuk itu, kami berharap agar seluruh kreditor menunjukkan kepada kurator dimana saja aset-asetnya,” pungkasnya.

https://www.hukumonline.com/berita/baca/lt51b897f62ab0e/pengadilan-kabulkan-permohonan-pailit-kejaksaan –> “permohonan pailit yang diajukan kejaksaan terhadap PT Qurnia Sari Alam Raya (QSAR) dan Ramly Arabi”

ARTIKEL 1 : Tekad menelusuri aset PT QSAR sepertinya bukan isapan jempol belaka. Kurator akan menyurati beberapa investor yang telah mengambil aset-aset perusahaan tanpa mekanisme kepailitan. Menurut Tandra, ada 6 kreditor yang telah mengambil aset tersebut. Tindakan pengambilan secara sepihak dianggap telah merugikan budel pailit yang berdampak pada kreditor lain. Terhadap aset yang telah diambil dan dijarah ini, Tandra akan mengambil kembali aset tersebut terlebih dahulu dan baru membagi-baginya secara prorata kepada para kreditor.

Tidak hanya mengancam para kreditor nakal, kurator juga akan menelusuri tindak tanduk Ramly. Kurator akan mengajukan upaya hukum Actio Pauliana apabila diketahui Ramly pernah menjual aset-asetnya yang dapat berakibat mengurangi harta budel pailit. Sebab, kurator mendapat informasi dari kreditor bahwa Ramly diketahui pernah menjual aset.

“Selama kurator memiliki bukti, kita akan melakukan actio pauliana. Untuk itu, kami berharap agar seluruh kreditor menunjukkan kepada kurator dimana saja aset-asetnya,” pungkasnya.

Untuk diketahui, PT QSAR dimohonkan pailit oleh Kejaksaan Negeri Cibadak. Permohonan pailit diakukan lantaran Kejaksaan bingung bagaimana membagi aset perusahaan berupa uang, tanah, dan bangunan kepada investor secara adil dan berimbang. Maklum, jumlah investor mencapai 6.480 orang. Apalagi kedudukan para investor tersebut berbeda-beda menurut hukum.

[] ARTIKEL 2 : Perjalanan Kejaksaan Negeri Cibadak untuk membagi aset lelang milik sebuah perusahaan agribisnis sejak 10 tahun silam akhirnya menemukan muara. Kejaksaan tidak perlu lagi merasa bingung dalam melakukan tugasnya. Soalnya, majelis hakim sepakat untuk mengabulkan permohonan pailit yang diajukan kejaksaan terhadap PT Qurnia Sari Alam Raya (QSAR) dan Ramly Arabi selaku Direktur Utama PT QSAR, Selasa (11/6). Alhasil, tugas pembagian aset diserahkan ke pundak para kurator.

Menurut majelis, tim kejaksaan yang terdiri dari Jaksa Pengacara Negara, yaitu Sekti Anggraini, Alfian, dan Wiwin Erni telah dapat membuktikan QSAR memang layak untuk dipailitkan. Majelis berpandangan bahwa permohonan pailit itu telah memenuhi syarat-syarat pailit sebagaimana diatur dalam Pasal 2 ayat (1) UU Nomor 37 Tahun 2004 tentang Kepailitan dan Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang, yaitu adanya utang yang telah jatuh tempo dan dapat ditagih serta adanya kreditor lain….Tak tanggung-tanggung, Direktur Utama PT QSAR juga diseret kejaksaan sebagai pihak yang bertanggung jawab atas utang ini. Rupanya, ketikdakmampuan perusahaan dalam membayar dana investasi masyarakat lantaran kesalahan dan kelalaian yang dilakukan Ramly selaku Direktur Utama ini. Kejaksaan menuding bahwa Ramly telah menggelapkan dana masyarakat. Ramly telah menyalahgunakan dana yang dipercayakan masyarakat untuk dikelola perusahaan. Termohon Pailit II ini menggunakan dana masyarakat ini untuk mendanai aset-aset milik pribadinya….Ricco juga berpendapat bahwa perkara yang telah dituntaskan secara pidana tidak dapat lagi diselesaikan secara perdata. Karena, ranah hukumnya berbeda. Lebih lagi, aset-aset perusahaan juga telah disita dan dilelang oleh kejaksaan. Ricco mengatakan cukup tinggal membagi aset-aset yang telah dilelang itu.

Atas keberatan ini, majelis memilih untuk mengabaikan keberatan tersebut. Soalnya, hukum acara kepailitan dan PKPU tidak mengenal adanya intervensi. Intervensi hanya dikenal dalam hukum acara perdata biasa. Meskipun ditolak, majelis mengatakan kedudukan Ricco Akbar setelah pailitnya PT QSAR ini adalah sebagai kreditor yang tetap diakui hak-haknya.

Terkait dengan pandangan Ricco yang mengatakan tidak bolehnya diajukan permohonan pailit karena telah diselesaikan secara pidana, majelis memiliki pandangan lain. Diperkuat dengan pendapat ahli M Hadi Subhan, majelis mengatakan kepailitan adalah salah satu instrumen dalam membagi aset perusahaan. Dengan kepailitan, pembagian aset kepada para kreditor lebih mudah karena adanya prinsip pari passo prorata parte dalam kepailitan itu. Tambah lagi, pelelangan telah dilakukan secara layak dan adil dan dijual dengan harga yang pantas.

“Putusan pidana semakin memperkuat pembuktian sederhana. Untuk itu, mengabulkan permohonan pailit dan menyatakan PT QSAR dan M Ramly dalam keadaan pailit beserta akibat hukumnya,” putus Amin lagi.

Mendengan putusan majelis, Kasi Datun Kejari Cibadak Sekti Anggraini mengatakan putusan pailit dapat menjadi solusi dalam memecahkan kebuntuan membagi aset perusahaan kepada ribuan investor. “Kita berharap, putusan ini bisa menyelesaikan proses eksekusi yang telah terhambat selama 10 tahun lalu,” tutur Sekti kepada wartawan usai persidangan, Selasa (11/6

[10/26, 12:34 PM]

CPGT Mitra: Kalau dahulu sbl m pailit da kimu…. Dan dulu diakui oleh semua mitra dulu hanya satu kimu…. Setelah pailit timbul kelompok2  yg  mengklaim masing2sbg wakil mitra.

[10/26, 12:38 PM]

CPGT Mitra: Jadi kurator bukan pada kasus pailit saja ya …

[10/26, 3:01 PM]  – CPGT Mitra: Sekarang sih yg kita butuhkan adalah….. orang2 yg bisa menjembatani antara mitra yg punya data dan ide yg se abreg abreg…. Dg pihak jpu agar data dan ide dan usulan itu bisa didengar dan diterima oleh jpu…

[10/26, 3:02 PM]: setuju pak ,tidak perlu seseoang.. semua mitra bandung aja yg biasa datang sidang/kawal sidang.. itu lgsg aja jalan ke jaksa.. boleh bapak2 ibu2.. siapa aja tidak usah pandang bulu lagi

[10/26, 3:02 PM] : silahkan anjurkan jaksa cpgt. utk pakai. solusi yg sudsh dipakai pada kasus QSAR+ Pandawa… tidak. perlu merisaukan cari cara2 lainnya  lagi (yg dikuatirkan malah lebih rawan penyelewengan), seperti mendirikan WADAR PAGUYUBAN BARU XYZ untuk terima uang langsung.. yang dikuatirkan malah semakin tidak jelas…

[10/26, 1:27 PM] CPGT Mitra: Setuju saja drpd tidak ada wadah mitra yg resmi yg disaratkan jaksa

[10/26, 1:24 PM]: dlm kasus cpgt ini sbrnya kalau mau simpel ya minta jaksa saat ini utk. tunjuk. kurstor yg saat ini sdh menghandle kasus cpgt kita.. moga2 diijinkan, tapi tunjuk curator lain (sekunder juga bisa2 saja) , kalau kita boleh saran coba anjurkan kurator2 yg handal dan berani sikat lawan mafia2 kasus spt CPGT dll ini.. salah satu ide saja coba pakai kurator korban Pandawa (yang terbutki sempat berani  berjuang gigih dalam kasus Pandawa yg juga dibikin bingung pantara pidana dan perdata,namun sang curator tetap berjaung terus dan bahkan berhasil merebut beberapa asset )

ARTIKEL PENDUKUNG DARI MEDIA MASSA

: PT qsar.. pailit (tanpa pkpu/damai) nya berjalan setelah pidana dll ada putusan/inkrah

KASUS 1: PT QSAR (thn 2003 keatas) http://amp.kontan.co.id/news/kurator-siap-lelang-aset-pt-qsar

[] : Namun, sejak Januari 2002, pembayaran keuntungan mandek. Bahkan, modal investor pun tak bisa dikembalikan. Investor akhirnya melaporkan Ramly dan direksi perusahaan ke polisi. Pada 17 Desember 2003 Pengadilan Tinggi Bandung memutuskan Ramly bersalah menghimpun dana masyarakat tanpa izin.

Pengadilan Negeri Cibadak menghukum Ramly 8 tahun penjara dan membayar denda Rp 10 miliar. Putusan juga menyatakan agar barang bukti di persidangan diserahkan kepada para investor setelah dijual lelang dengan harga yang pantas dan layak.

[]http://amp.kontan.co.id/news/kejaksaan-pilih-pailitkan-qsar

PT QSAR terbukti/didakwa melakukan Pidana ( pengumpulan dan tanpa ijin/penipuan dll) lalu JPU mempailitkan pelaku (abaik pribadi Ramli maupun PT2 miliknya nya spt PT QSAR)_ dan menunjuk kurator (swasta) utk menjual membagi aset scr adil. aset bisa dibagi/ terbagi ke korban.

: PT qsar.. pailit (tanpa pkpu/damai) nya berjalan setelah pidana dll ada putusan/inkrah

KASUS 2: korban kasus penipuan koperasi pandawa.

http://amp.kontan.co.id/news/aset-koperasi-pandawa-masuk-kas-negara-kurator-gugat-pemerintah

JAKARTA. Tim kurator Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Pandawa Mandiri Group dan Nuryanto akan melakukan upaya hukum terkait putusan Pengadilan Negeri (PN) Depok.

Diketahui, PN Depok dalam putusan perkara pidana terhadap Nuryanto memvonis seluruh aset-aset sitaan Nuryanto jatuh ke tangan negara. “Kami akan ajukan upaya hukum jika putusan tersebut inkracht (berkekuatan hukum tetap),” ungkap salah satu kurator kepailitan KSP Pandawa dan Nuryanto, Muhamad Deni, Senin (18/12).

Kurator akan lelang aset KSP Pandawa dan Nuryanto. Begini fakta hukum kasus Pandawa Group

“Yang pasti pada intinya, kami akan berupaya semaksimal mungkin untuk mengamankan harta pailit untuk kepentingan para kreditur sesuai dengan ketentuan Pasal 98 UU Kepailitan,” tambah Deni.

Adapun, upaya yang dapat dilakukan adalah mengajukan perlawanan atas putusan pengadilan di pengadilan asal pihak terlawan yakni Kejaaksaan Agung, kejati Depok, dan Kejari Depok

] : Kasus penipuan koperasi pandawa: kasus pidana(diajukan JPU+korban) dan kasus pailit(diajukan kreditur/korban) dimulai /masing2 berjalan paralel tidak berhubungan.. adapun sembari jalan kuratornya tangguh/berani utk melakukan perlawanan terhadap negara atas putusan negara yg tidak tepat spt putusan sita/rampas harta korban utk kas negara dll ( ingat banyak artike di media massa bahkan jaksa. agung.HM Prasetyo dan.banyak.praktisi Hukum pun tidsk setu dgn putusan sita Negara seperti itu..karena seharusnay hak korban).. jadi menurut curator Panwawa mereka bisa melakukan hak tuntut/rebut atas aset sitaan polisi/JPU.. karena bukan hak. mereka tapi hak korban(yg diatur peraturan2 negara juga

[]  mohon info ini. dishare ke PJH / Kurator yg sedang. handle. Kasus kita saat ini agar bisa menjadi kasus acuan/preseden contoh kasus. bagi mereka dan agar mereka(PJH JPU kurator) bisa bekerjasama dengan benar tanpa melakukan kesalahan2 yg terjadi pada kasus2 penipuan  serupa lainnya.
Salam Perjuangan

[] ndk. usah banyak pusing dulu ini itu.. jalankan. du menghadaplah ke. jaksa secepatnya tuntaskan…

[] kita mungkin pernah baca dr banyak artikel (termasuk yg ditulis para pakar hukum) bahwa semua peraturan pasal hukum dll itu dibuat / ditulis dengan tujuan untuk mengungkap / mengupas kebenaran ( bukan untuk menghalang2i kebenaran ), adapun dalam  pelaksanaannya manusia (PJH  / Polisi Jaksa Hakim ) bisa/boleh saja melakukan penafsiran pasal2 yang seharusnya ditafsirkan sedemikian rupa… demi penegakan keadilan dan kebenaran.. ADAPUN ada juga oknum2 musuh kebenaran (baik itu lawyer hitam, ataupun oknum PJH) yang malah melakukan sebaliknya yaitu menafsirkan / menarik penafsiran2 yg sbrnnya melenceng dari pasal2 itu utk melindungi si jahat begitu lah kira2 rekan2.. ayo maju terus.. jangan takut.. selama berpegang pada kebenaran.. pasal 2 itu harus ditafsirkan seyogyanya tunduk patuh dibawah kebenaran

 

Advertisements

About mitracipagantimember - korban penipuan CPGT

Kita/Mitra (Korban Penipuan Investasi CPGT) juga mempunyai Website https://mitracipagantimember.wordpress.com/ dan Facebook PAGE : http://www.facebook.com/mitracipagantimember --- KIMU (Komite Investasi Mitra Usaha) KIMU BANDUNG: SEKRETARIAT KIMUD :Jl Junjunan 238 Bandung. HP : 0813-1221-9100 --- PAGUYUBAN KORBAN CIPAGANTI – Sekretariat : JalaN Sekelimus Utara 44. BAndung HP: 085860705511 –> Group Aktivis Korban Penipuan yg fokus di Aspek Pidana para Oknum2 Cipaganti --- Video Sidang Pidana oknum2 Cipaganti bisa dilihat dari https://www.youtube.com/channel/UCbC5wz3KHMTwtoyS5-tx6FQ Mohon mitra menyempatkan klik LIKE pada page tersebut agar group kita bsia ‘terlihat jelas/banyak’ membernya. (bagi yang mau komen pada artikel2 di FB silahkan, namun mohon dibatasi hanya komen hal2 positif, jangan yang membuat patah semangat, memecah belah dll.. kita sudah sama2 jadi korban janganlah terpecah2 lagi, mari bersatu melawan musuh2 bersama) Salam hormat & Terima Kasih : Tim Relawan --- Website ini dibuat oleh sebagian dari Tim Relawan (sesama Mitra/Investor) untuk membantu penyebaran informasi2 yang bisa diberikan secara publik (baik kepada mitra maupun non mitra) semoga kita semua tetap bisa saling bergotong royong n kompak dalam menyelesaikan tantangan yg kita hadapi ini. Agar hasilnya bisa menjadi bagi bagi semua pihak (Para Mitra, dan keluarga lain nya –; sedangkan PT CPGT tbk dan Kop CPGT n A.S. adalah musuh2 bersama yang akan mendapatkan penghukuman setimpal dengan penipuan2 yang mereka lakukan thd 8000 keluarga mitra nantinya). Dimohon bantuan n dukungan moral dan doa dari rekan2 sekalian agar semuanya bisa berjalan dengan lancar ke depannya.
This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.